Sepak Bola Dalam Strategi Pemasaran Maskapai Penerbangan

Saat menyaksikan pertandingan Liga Italia antara Napoli vs AC Milan beberapa waktu yang lalu, ada satu hal lain yang akhirnya menjadi fokus pandangan mata saya selain jalannya pertandingan itu sendiri. Ya, mata saya tertuju pada jersey AC Milan yang dikenakan pada pertandingan tersebut. Jersey strip merah-hitam berkerah warna putih lengkap dengan logo AC Milan dan logo Adidas di bagian dada atas kiri-kanan, dan satu lagi tulisan “Fly Emirates” terpampang di bagian tengah dada pada jersey tersebut.

“Fly Emirates” adalah sebuah slogan dari sebuah maskapai penerbangan bernama Emirates yang berpusat di Dubai, Uni Emirate Arab. Maskapai penerbangan yang didirikan pada tahun 1985 dan kemudian mengalami perkembangan pesat sekitar tahun 2000-an ini menjadi sponsor utama jersey salah satu tim kebanggaan Italia dan tim favorit saya yaitu AC Milan di musim 2012/2013 ini. Hasil pencarian dalam kotak google pun juga menyampaikan informasi penting bahwa disamping AC Milan di Liga Serie A Italia, Emirates saat ini juga mensponsori jersey klub Premier League Arsenal, Paris Saint Germain di Liga Perancis dan Hamburg FC di Bundesliga Jerman.

Menarik bagi saya mengapa pada akhirnya maskapai penerbangan menjadikan klub sepak bola dan sepak bola itu sendiri sebagai partner bagi strategi pemasarannya. Menarik, karena sepak bola dan penerbangan, 2 hal yang sangat saya sukai, mampu berkolaborasi dan bersimbiosis dengan baik dalam hal strategi pemasaran. Untuk itulah saya ingin mencoba menyajikan tulisan bagaimana strategi pemasaran maskapai penerbangan tersebut bisa berjalan sukses di dunia sepak bola.

Ekspresi Stephan El Shaarawy saat mencetak gol ke gawang Napoli

Ekspresi Stephan El Shaarawy saat mencetak gol ke gawang Napoli

Konsep Pemasaran Secara Umum: Apa itu Pemasaran?

Pemasaran (marketing) berhubungan dengan mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan masyarakat. Pengertian pemasaran oleh para ahli dikemukakan berbeda-beda dalam penyajian dan penekanannya, tetapi semua itu sebenarnya mempunyai pengertian yang hampir sama antara satu dengan yang lainnya. Salah satu definisi pemasaran terpendek adalah “memenuhi kebutuhan secara menguntungkan”.

Asosiasi Pemasaran Amerika menawarkan definisi formal tentang pemasaran sebagai berikut: Pemasaran adalah satu fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan dan menyerahkan nilai kepada pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan para pemilik sahamnya. Saat berhadapan dengan proses pertukaran, harus ada sejumlah besar pekerjaan dan keterampilan.

Menurut Wiliam J. Stanton (1978) pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan konsumen.

Sedangkan menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller (2007) pemasaran dapat diartikan sebagai suatu proses sosial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.

Definisi pemasaran ini bersandar pada konsep inti yang meliputi kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan permintaan (demands). Manusia harus menemukan kebutuhannya terlebih dahulu, sebelum ia memenuhinya. Usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat dilakukan dengan cara mengadakan suatu hubungan. Dengan demikian pemasaran bisa juga diartikan suatu usaha untuk memuaskan kebutuhan pembeli dan penjual.

Peter Drucker, seorang ahli teori manajemen terkemuka (dalam buku Kotler dan Keller, 2007), mengatakan bahwa orang dapat mengasumsikan akan selalu ada kebutuhan penjualan. Akan tetapi, tujuan pemasaran bukan untuk memperluas penjualan hingga kemana-mana. Tujuan pemasaran adalah mengetahui dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk atau jasa itu cocok dengan pelanggan dan selanjutnya menjual dirinya sendiri. Idealnya, pemasaran hendaknya menghasilkan seorang pelanggan yang siap untuk membeli. Semua yang dibutuhkan selanjutnya adalah menyediakan produk atau jasa itu.

Suatu perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya harus efisien menjalankan konsep pemasaran agar keuntungan yang diharapkan dapat terealisasi dengan baik. Ini menandakan bahwa kegiatan pemasaran dalam perusahaan harus dikoordinasi dan dikelola dengan cara yang lebih baik.

Falsafah konsep pemasaran bertujuan untuk memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen. Kegiatan perusahaan yang berdasar pada konseop pemasaran ini harus diarahkan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Secara definitif dapat dikatakan bahwa konsep pemasaran adalah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomis dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.

William J. Stanton (1978), menyatakan bahwa konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. Penggunaan konsep pemasaran bagi sebuah perusahaan dapat menunjang berhasilnya bisnis yang dilakukan. Sebagai falsafah bisnis, konsep pemasaran tersebut disusun dengan memasukkan tiga elemen pokok, yaitu: Orientasi konsumen/pasar/pembeli; Volume penjualan yang menguntungkan; Koordinasi dan integrasi seluruhan kegiatan pemasaran.

Konsep pemasaran juga menyatakan bahwa kunci untuk meraih tujuan organisasi atau perusahaan adalah menjadi lebih efektif daripada para pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan memuaskan kebutuhan pasar sasaran (Kotler dan Keller, 2007). Konsep pemasaran ini bersandar pada empat pilar, yaitu: pasar sasaran, kebutuhan pelanggan, pemasaran terpadu dan profitabilitas/keuntungan.

Selanjutnya, konsep pemasaran perlu ditindaklanjuti melalui sebuah tindakan yang tercipta dari beberapa strategi pemarasan. Strategi pemasaran mengikuti konsep pemasaran 4Ps secara umum yaitu Product (produk), Price (harga), Place (tempat) dan Promotion (promosi). Dalam perkembangannya, Phillip Kotler menambahkan dengan 3Ps berikutnya yaitu People (orang), Process (proses) dan Physical Evidence (bukti fisik), sehingga menjadi konsep “bauran pemasaran” atau “marketing mix (7Ps)”.

Konsep Pemasaran Dalam Olahraga

Dari laman wikipedia, ensiklopedia bebas – Sports Marketing, disebutkan bahwa pemasaran olahraga adalah bagian pemasaran yang berfokus baik pada promosi acara olahraga dan tim serta promosi produk dan layanan melalui acara olahraga dan tim olahraga. Ini adalah layanan di mana elemen yang dipromosikan bisa dalam bentuk produk fisik atau nama merek. Tujuannya adalah untuk menyediakan kepada klien dengan strategi untuk mempromosikan olahraga atau mempromosikan sesuatu selain olahraga melalui cabang olahraga. Pemasaran olahraga juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen melalui proses pertukaran.

Perkembangan selanjutnya terhadap definisi dan konsep pemasaran adalah bagaimana memahami pemasaran sebagai budaya, yaitu seperangkat nilai dan kepercayaan mendasar tentang pentingnya pelanggan bagi institusi bisnis. Hal ini penting untuk mengembangkan strategi pemasaran yang menyangkut strategi bisnis dan keunggulan kompetitif perusahaan.

David W. Cravens (1994) mendefinisikan strategi pemasaran sebagai analisis strategi pengembangan dan pelaksanaan kegiatan dalam strategi penentuan pasar sasaran bagi produk pada tiap unit bisnis, penetapan tujuan pemasaran, serta pengembangan, pelaksanaan dan pengelolaan strategi program pemasaran, penentuan posisi pasar yang dirancang untuk memenuhi keinginan pelanggan pasar sasaran (Cravens, 1994 dalam blog unismedan-unis, 2010).

David Shilbury dkk (2009) menyatakan bahwa dalam olahraga, kombinasi dan implementasi dari variabel-variabel bauran pemasaran berubah karena karakteristik unik dari produk olahraga. Perubahan yang paling menonjol dari konsep pemasaran tradisional 4Ps tidak hanya dalam ekspansi menjadi 7Ps, namun dalam urutan sebaiknya dalam menentukan strategi pemasaran untuk olahraga, bergantung pada fasilitas untuk menjadi tuan rumah sutau ajang turnamen olahraga.

Hampir setiap elemen pemasaran memerlukan pendekatan yang berbeda secara signifikan ketika produk yang dipasarkan adalah olahraga. Bisa ditebak, perbedaan penting terletak pada karakteristik unik dari produk olahraga, dan kondisi pasar yang tidak biasa dihadapi pemasar olahraga (Bernad J. Mullin dkk, 2007).

Strategi Pemasaran Maskapai Penerbangan

Secara umum, industri penerbangan merupakan salah satu industri yang menguntungkan yang ditandai dengan perubahan teknologi dan pemasaran yang cepat. Strategi pemasaran utama di dunia penerbangan dan industri penerbangan itu sendiri adalah untuk merancang sebuah produk yang secara eksplisit tidak dipikirkan oleh konsumen pada saat ini. Tantangannya tentu saja adalah untuk memprediksi ke depan apa yang diinginkan oleh konsumen, untuk meng-ekstrapolasi dan menyimpulkan kebutuhan pelanggan di masa depan.

Sebuah maskapai penerbangan yang menerapkan prinsip-prinsip pemasaran sangat memerlukan pengetahuan mendalam tentang pasar penerbangan pada saat ini dan potensi pelayanan ke depannya. Pengetahuan ini harus mencakup pemahaman tentang bisnis di mana maskapai penerbangan tersebut berpartisipasi di dalamnya dan pengetahuan tentang teknik riset pemasaran mereka juga harus menghasilkan apa yang mereka butuhkan tentang pasar. Maskapai penerbangan harus mampu mengidentifikasi siapakah ‘pelanggan’ dan harus dapat membedakannya dengan ‘konsumen’.

Maskapai penerbangan juga harus mengetahui segmen pasarnya. Dan setelah mengetahuinya, langkah selanjutnya adalah harus mengidentifikasi dan memprioritaskan kebutuhan pelanggan di masing-masing segmen. Akhirnya, dan yang paling penting, mereka harus memeriksa pasar mereka secara dinamis, bukan statis dan dapat mengantisipasi perubahan kebutuhan pelanggan di masa depan.

Tanpa riset pemasaran secara kualitatif, maskapai penerbangan tidak akan mampu untuk mencapai tujuan keseluruhan yang diinginkan oleh konsumen/pelanggan. Itulah sebabnya, tujuan utama dari perusahaan adalah untuk mempertahankan tingkat kualitas pelayanan dan mengembangkan strategi untuk meningkatkan pelayanan.

Konsep layanan didasarkan pada pemahaman lingkungan yang unik di mana sebuah perusahaan tertentu beroperasi. Biasanya, maskapai penerbangan mencari strategi pemasaran tertentu dan kemudian menerjemahkannya ke dalam rencana rinci dan tindakan yang meramalkan strategi pemasaran yang efisien. Menerapkan strategi yang berorientasi kepada pelanggan lebih penting daripada teknik lainnya. Ini juga berarti harus terpatri pada seluruh sumber daya manusia pada maskapai penerbangan tersebut tentang pentingnya layanan pelanggan karena pelanggan yang puas adalah alat pemasaran yang terbaik yang tersedia sehingga citra (image) maskapai penerbangan tersebut menjadi lebih populer dan terkenal luas.

Salah satu alat pemasaran terbaik yang dapat dilakukan oleh maskapai penerbangan adalah melalui pemberian sponsor (sponsorship). Beberapa maskapai penerbangan asing di dunia telah banyak yang menjadi sponsor kelas dunia di berbagai bidang. Dengan mensponsori suatu produk atau kegiatan/acara tertentu (event) akan mengangkat image maskapai penerbangan tersebut..

Kerjasama antara dua pihak dalam sponsorship mempunyai tujuan yang berbeda. Pihak sponsor (maskapai penerbangan) memiliki dua tujuan utama, yaitu meningkatkan citra merek produk atau jasa dan meningkatkan kesadaran akan merek. Sedangkan pihak penerima sponsor umumnya membutuhkan dana segar untuk mendukung penyelanggaraan kegiatan/acara tersebut.

Sponsor Olahraga oleh Maksapai Penerbangan

Sponsorship Today (sebuah konsultan pemasaran dari Inggris) merilis laporan bahwa besaran pengeluaran sponsorship dari industri penerbangan rata-rata mencapai sekitar USD 515 juta per tahun. Bagi maskapai penerbangan, sponsorship digunakan sebagai alat kunci dalam membangun citra (image) maskapai penerbangan dan menginformasikan kepada pelanggan potensial tentang jaringan – rute penerbangan yang telah dan akan dilayani oleh maskapai penerbangan tersebut.

Maskapai penerbangan menjadikan olahraga sebagai media pemasaran (sponsor) yang efektif. Maskapai penerbangan akan termotivasi menjadi sponsor event olahgara bila penonton yang hadir dalam jumlah yang banyak dan sesuai dengan target pemasaran.

 

Beberapa event olahraga dunia mampu diselenggarakan salah satunya dengan bantuan sponsorship yang dilakukan oleh beberapa maskapai penerbangan. Memang benar biaya yang dikeluarkan oleh maskapai penerbangan untuk memberikan sponsor tersebut sangat besar, namun pada akhirnya maskapai penerbangan tersebut akan mendapatkan keuntungan atau manfaat keuangan yang berlipat-lipat dari besarnya biaya yang telah dikeluarkan.

Turnamen sepak bola terakbar di dunia yaitu World Cup 2010 di Afrika Selatan yang lalu misalnya, maskapai penerbangan dunia Emirates menjadi salah satu pihak yang mensponsori penyelenggaraan turnamen tersebut. Belum lagi event-event olahraga lainnya juga berhasil diselenggarakan dengan bantuan sponspor dari Emirates. Dikutip dari laman resmi Emirates, turnamen dunia rugby, cricket, golf hingga US Tennis Open 2012 yang lalu disponsori oleh maskapai penerbangan Emirates.

Contoh lainnya adalah bagaimana Southwest Airlines menjadi sponsor bagi National Basketball Association (NBA), lalu maskapai penerbangan AirTran Airways yang menjadi sponsor balap mobil NASCAR di musim tahun 2008 dan JetBlue Airways yang menjadi sponsor tim hoki es asal Amerika Serikat bernama Florida Panthers dengan kompensasi pemasangan logo JetBlue Airways di arena pertandingan dan di beberapa tempat di dalam stadion.

Pada saat ini olahraga sudah menjadi sebuah komoditas, yakni layaknya sebagai barang yang laku untuk diperjualbelikan. Pangsa pasarnya pun relatif tinggi, baik itu berupa sebuah komoditas entertainment (bisnis pertunjukan) maupun sebagai komoditas yang dijual untuk dilakukan sebagai sebuah aktivitas rekreatif, terapi, prestasi atau untuk menjaga kebugaran (fitness).

Pertandingan sepak bola merupakan salah satu contoh olahraga sebagai sebuah komoditas entertainment yang mempunyai daya tarik luar biasa bagi media massa (cetak ataupun elektronik) untuk meliputnya. Faktor fanatisme penonton, baik yang menonton langsung ataupun yang hanya menonton lewat layar kaca menjadi faktor membawa pengaruh lebih efektif dan efisien dibandingkan olahraga yang lain. Hampir di setiap akhir pekan, media televisi akan menayangkan siaran langsung maupun siaran tunda pertandingan sepak bola dari berbagai liga di dunia.

Pun demikian yang dilakukan oleh media cetak yang hampir selalu memasang headline berita sepak bola sebagai sajian utama. Belum lagi beberapa program televisi di luar hari di akhir pekan yang menayangkan berita maupun highlights pertandingan-pertandingan sepak bola dunia. Itu semua menjadikan sepak bola sebagai salah satu komoditas pemasaran bagi maskapai penerbangan.

Sepak Bola Dalam Strategi Pemasaran Maskapai Penerbangan

Seperti telah dijelaskan di atas, olahraga (sepak bola) sudah menjadi komoditas yakni layaknya sebagai barang yang laku untuk diperjualbelikan. Pangsa pasarnya pun sangat tinggi. Maka tak heran apabila media televisi saling berlomba dan berebut hak siar pertandingan liga sepak bola di suatu negara dan turnamen sepak bola dunia pada skala yang lebih besar.

Sepak bola telah dimanfaatkan dengan cermat sebagai media pemasaran suatu produk. Para produsen menyadari bahwa sepak bola bak magnet yang mampu menyedot perhatian banyak orang dari segala lapisan. Oleh karena itu banyak perusahaan besar yang tidak ragu-ragu lagi untuk menjadi sponsor klub sepak bola dan sponsor dalam setiap penyelenggaraan event sepak bola untuk memasarkan produknya.

Maskapai penerbangan selaku produsen atau penyedia layanan angkutan jalur udara pun melihat peluang yang sangat besar ini. Tak tanggung-tanggung kucuran dana sponsorship yang besar dari maskapai penerbangan bagi klub maupun event sepak bola menjadi sebuah trend. Dengan menjadikan maskapai penerbangan sebagai sponsor, maka sebuah klub sepak bola akan mendapatkan suntikan dana besar sebagai modal mentransfer pemain-pemain berkelas sekaligus pembayaran gaji serta perputaran modal operasional klub yang lainnya. Bahkan beberapa klub sepak bola menggunakan dana tersebut sebagai modal pembuatan merchandise klub untuk selanjutnya hasil penjualannya digunakan juga sebagai pemasukan bagi klub itu sendiri.

Di sisi lain, maskapai penerbangan selaku pihak pemberi sponsor akan diuntungkan dengan berjalannya strategi pemasaran karena image maskapai penerbangan tersebut menjadi lebih luas dan lebih dalam untuk dikenal oleh publik. Ini tentunya sebuah keuntungan finansial yang datangnya berlipat-lipat dan memungkinkan menjadi sebuah riset awal bagi maskapai penerbangan untuk lebih memperluas jaringan penerbangan yang akan dilayani.

Fenomena sepak bola dijadikan sebagai strategi pemasaran maskapai penerbangan inilah yang membuat keduanya, baik sepak bola maupun maskapai penerbangan tersebut menjadi sebuah hubungan menguntungkan. Dalam bagian selanjutnya, akan saya tampilkan ulasan tentang beberapa maskapai penerbangan yang menjadi sponsor klub sepak bola dunia.

1. Emirates

Emirates pertama kalinya muncul sebagai pihak pemberi sponsor bagi klub sepak bola pada tahun 2004, dimana pada tahun tersebut Emirates menjalin kerjasama sponsorship dengan Arsenal, sebuah klub sepak bola Liga Inggris (English Premier League/EPL). Kesepakatan kerjasama tersebut yaitu pemasangan logo/slogan “Fly Emirates” pada jersey klub Arsenal selama 8 tahun sejak musim liga 2006/2007. Disamping itu, kesepakatan juga memuat mengenai hak nama selama 15 tahun pada home base stadium Arsenal yaitu “Emirates Stadium” sejak musim liga 2006/2007.

Selain dengan Arsenal, kerjasama sponsorship Emirates juga dilakukan dengan beberapa klub sepak bola terkenal lainnya. Pada tahun 2007, Emirates membuka kerjasama dengan klub asal Italia yaitu AC Milan dengan kesepakatan Emirates sebagai sponsor resmi jersey AC Milan selama 4 tahun mulai musim liga 2010/2011. Pun demikian halnya dengan klub sepak bola asal Perancis, Paris Saint Germain dan klub Bundesliga Jerman, Hamburg SV, kerjasama sponsorship juga dilakukan oleh maskapai penerbangan Emirates dengan menjadikan Emirates sebagai sponsor resmi jersey dan pemasangan slogan “Fly Emirates” di bagian depan jersey tersebut.

(Dari pojok kiri atas searah jarum jam) : Stephan El Shaarawy - AC Milan; Zlatan Ibrahimovic - PSG; Rafael van der Vaart - Hamburg FC; Santi Cazorla - Arsenal; klub sepak bola dengan sponsorship dari Emirates

(Dari pojok kiri atas searah jarum jam) : Stephan El Shaarawy – AC Milan; Zlatan Ibrahimovic – PSG; Rafael van der Vaart – Hamburg FC; Santi Cazorla – Arsenal; klub sepak bola dengan sponsorship dari Emirates

2. Etihad Airways

Seperti halnya Emirates, maskapai penerbangan besar asal Uni Emirate Arab lainnya yaitu Etihad Airways juga telah menjalin kerjasama sponsorship dengan klub sepak bola dunia. Etihad Airways telah menjadi mitra utama klub Manchester City sejak bulan Mei 2009. Perjanjian kerjasama sponsorship tersebut berjalan selama 10 tahun dimana tulisan Etihad Airways akan terpampang pada bagian depan jersey klub Manchester City. Stadion utama yang dahulu bernama City of Manchester pun telah berubah menjadi Etihad Stadium karena klausul sponsor yang menyatakan demikian.

Pada bulan Juli tahun 2012 ini, Etihad meluncurkan desain khusus livery pesawat untuk klub Manchester City. Pesawat tersebut diberi nama khusus yaitu ‘Blue Moon Rising‘. Pesawat ini kemudian digunakan untuk terbang tim Manchester City ke Amerika Serikat dan Kanada untuk tur pra-musim 2012/2013. Pesawat, yang akan beroperasi secara rutin di rute Abu Dhabi ke Manchester, juga akan melayani tujuan lain di Eropa, Amerika, Afrika, Timur Tengah dan Asia Pasifik.

Logo dan tulisan Etihad Airways di jersey Manchester City musim 2012/2013

Logo dan tulisan Etihad Airways di jersey Manchester City musim 2012/2013

"Blue Moon Rising" - pesawat khusus yang mengantarkan tim Manchester City pada tur pra-musim 2012/2013 di Amerika Serikat

“Blue Moon Rising” – pesawat khusus yang mengantarkan tim Manchester City pada tur pra-musim 2012/2013 di Amerika Serikat

3. Turkish Airlines

Pada tanggal 18 Januari 2010, Turkish Airlines menjalin kesepakatan dengan klub jawara Liga Spanyol dan Eropa yaitu FC Barcelona dengan kontrak sebesar 7,7 juta Euro. Menurut ketentuan dalam kontrak tersebut, semua materi iklan dan logo Turkish Airlines akan ditampilkan pada layar internal di Nou Camp Stadium kandang Barcelona dan semua lokasi lain yang merupakan tempat berlatih klub Barcelona. Juga berlaku untuk dipasangnya logo Turkish Airlines pada situs resmi FC Barcelona maupun di gerai-gerai resmi yang menjual merchandise FC Barcelona

Turkish Airlines juga disebutkan akan membuat film komersial dengan pemain dari klub FC Barcelona sebagai bagian dalam kontrak tersebut. Disamping itu Turkish Airlines juga akan menerbangkan para pemain klub FC Barcelona untuk setiap pertandingan tandang mereka ke semua turnamen dan pada saat masa pra-musim juga. Untuk bagian yang terakhir ini, fasilitas yang diberikan oleh Turkish Airlines adalah dengan menggunakan layanan penerbangan berjadwal dan penerbangan charter.

Selanjutnya, hanya beberapa hari setelah menandatangani kerjasama dengan FC Barcelona, ​​Turkish Airlines mengumumkan kemitraan baru, yaitu dengan klub Premier League Manchester United (MU). Berdasarkan kesepakatan tersebut, Turkish Airlines akan menggantikan AirAsia sebagai maskapai penerbangan resmi yang akan melayani Manchester United selama tiga setengah tahun.

Kesepakatan juga berlaku untuk pemasangan logo dan iklan Turkish Airlines pada situs resmi Manchester United dan di layar internal di home base Manchester United yaitu Stadion Old Trafford. Film komersial akan dibuat dengan pemain-pemain serta staf ofisial Manchester United sebagai aktor dalam film tersebut.

Strategi sponsorship yang dilakukan oleh Turkish Airlines ini adalah sebagai strategi menarik penumpang/turis langsung dari Istabul Turki menuju kota Barcelona dan Manchester, dan begitu pula rute sebaliknya.

4. Qatar Airways

FC Barcelona dan Qatar Sports Investment mengumumkan bahwa mereka telah bersepakat bahwa logo Qatar Airways akan terpasang di jersey klub dari musim 2013/2014 sebagai sponsor utama. Qatar Sports Investment sendiri adalah divisi khusus dari Qatar Foundation yang menangani bidang ke-olahraga-an. Musim 2012/2013 saat ini, tulisan/logo Qatar Foundation terpasang di jersey FC Barcelona.

Petinggi-petinggi FC Barcelona sangat menyambut Qatar Airways sebagai, “sebuah merek yang ambisius dengan menjaring aspirasi dunia, selalu berkomitmen untuk mencapai keunggulan maksimal di sektor penerbangan”. Visi Misi Qatar Airways tersebut memang identik dengan apa yang telah dilakukan oleh FC Barcelona mengingat klub tersebut sangat tangguh baik di kompetisi domestik maupun di kompetisi Eropa dan level dunia. Disamping itu persamaan yang lain adalah baik Qatar Airways telah dinobatkan sebagai “Best Airline in the World 2011 and 2012” sedangkan FC Barcelona pun juga telah dinobatkan sebagai tim sepak bola terbaik di dunia pada saat sekarang ini.

Jersey musim 2013/2014 FC Barcelona dengan logo dan tulisan Qatar Airways

Jersey musim 2013/2014 FC Barcelona dengan logo dan tulisan Qatar Airways

5. AirAsia

Awal keterlibatan maskapai penerbangan AirAsia asal Malaysia dalam kancah persepakbolaan dunia dimulai pada tahun 2008 dimana AirAsia telah menandatangani kontrak sponsporship dengan klub liga Inggris yaitu Manchester United.

Menurut Tony Fernades, CEO AirAsia, salah satu strategi pemasaran yang dilakukan adalah untuk mempromosikan AirAsia hingga keluar negeri dan untuk menjangkau orang-orang melalui pemasaran lewat olahraga. Dengan kesepakatan tersebut AirAsia terus membangun kedekatan dengan pelanggannya, memberikan kredibilitas dan meningkatkan promosi AirAsia sebagai maskapai biaya rendah terkemuka di Asia.

Tahun 2008 juga menjadi tahun yang menarik bagi AirAsia, paling tidak dengan peluncuran maskapai penerbangan AirAsia X yaitu Low Cost Carrier pertama yang menempuh rute jarak jauh dari Kuala Lumpur menuju London.

Selepas tidak lagi bekerjasama dengan klub Manchester United, pada tahun 2010 AirAsia dan Malaysia Airlines telah menjadi mitra resmi klub sepak bola liga Inggris lainnya yaitu Queens Park Rangers (QPR) dengan AirAsia mensponsori jersey away dan jersey ketiga, sementara Malaysia Airlines mensponsori jersey home. Kesepakatan itu berlangsung pada musim 2011/2012, sedangkan pada musim 2012/2013 keseluruhan jersey QPR hanya memasang logo AirAsia.

Pihak AirAsia memandang kemitraan dengan QPR ini adalah hubungan yang tepat dan signifikan antara dua merek yang tertarik dalam mengambil setiap tantangan menuju keberhasilan. Logo AirAsia di kostum QPR tidak hanya melambangkan kemitraan energik antara maskapai penerbangan dan klub sepak bola tersebut, tetapi juga representasi gabungan dari kerja keras dan tantangan yang dilalui oleh AirAsia sehingga menjadi maskapai penerbangan biaya rendah terbaik di dunia dan khususnya untuk QPR yang setelah 15 tahun telah berhasil kembali tampil di kasta tertinggi kompetisi liga Inggris. Persamaan Visi Misi dan Hasil yang telah dicapai tersebut yang menjadikan kerjasama sponsorship tersebut masih berlangsung hingga saat ini.

Disamping sponsorship pada jersey, pihak AirAsia juga mendesain pesawat dengan livery Queens Park Rangers (QPR) dan menyediakan penerbangan bagi pemain-pemain serta ofisial klub QPR dalam rangka tur pra-musim 2012/2013 ke beberapa negara di kawasan Asia, salah satunya adalah saat QPR dijamu oleh Persebaya di Surabaya beberapa waktu yang lalu.

Hal menarik lainnya yang dapat diceritakan adalah ketika QPR membeli mantan pemain Manchester United yang juga merupakan pemain internasional asal Korea Selatan yaitu Park Ji Sung. Salah satu tujuan pembelian Park Ji Sung ini diyakini sebagai promosi bagi AirAsia yang akan mendirikan satu lagi anak perusahaan penerbangan low cost carrier yang ber-home base di Korea Selatan.

Jersey QPR musim 2012/2013 lengkap dengan logo dan tulisan AirAsia

Jersey QPR musim 2012/2013 lengkap dengan logo dan tulisan AirAsia

Pesawat AirAsia dengan livery khusus QPR

Pesawat AirAsia dengan livery khusus QPR

6. Garuda Indonesia

Setelah lepas dari larangan terbang yang dikeluarkan oleh Komisi Uni Eropa (EU ban), pada pertengahan tahun 2010 yang lalu Garuda Indonesia kembali melayani penerbangan ke Eropa yaitu dengan tujuan akhir ke Amsterdam, Belanda. Penerbangan ke Belanda ini sebagai batu loncatan bagi Garuda Indonesia untuk melakukan ekspansi rute penerbangan internasional ke beberapa kota/negara lainnya di Eropa, yaitu di antaranya ke London, Paris, Frankfurt, Roma atau Milan.

Penerbangan ke Eropa (di luar Amsterdam yang dioperasikan sendiri oleh Garuda Indonesia) telah di-inisiasi dengan melakukan kerjasama penerbangan (codeshare) dengan Etihad Airways. Ini artinya Garuda Indonesia dapat menjual tiket penerbangan maupun memasarkan image Garuda Indonesia di kota-kota di Eropa yang telah dilayani oleh penerbangan Etihad Airways.

Langkah strategis lainnya yang telah dilakukan oleh Garuda Indonesia adalah dengan menjadi mitra resmi klub sepak bola Premier League yaitu Liverpool FC mulai tahun 2012 hingga 2015 nanti. Kerjasama yang tertuang dalam kontrak kerjasama di antaranya adalah pesangan logo dan tulisan Garuda Indonesia pada billboard di pinggir lapangan Stadion Anfield pada setiap laga kandang Liverpool FC. Selama 12 kali (masing-masing muncul selama 30 detik), logo dan tulisan Garuda Indonesia akan muncul pada saat Liverpool menjamu tim lawan.

Disamping pemasangan logo dan nama pada billboard, kerjasama sponsorship juga dilakukan dengan menjadikan Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan resmi untuk tur pra-musim Liverpool FC ke kawasan Asia, terutama pada rute penerbangan yang telah dioperasikan oleh Garuda Indonesia seperti ke Indonesia, Malaysia, Singapore, Thailand, Jepang, China, Korea, Hong Kong dan Taiwan.

Tujuan dari kerjasama tersebut bagi Garuda Indonesia adalah sebagai strategi brand awarness yaitu memperkenalkan image Garuda Indonesia di benua Eropa sesering mungkin dan seluas mungkin. Untuk itulah melalui media sepak bola pada setiap pertandingan kandang Liverpool FC, image Garuda Indonesia diharapkan telah dikenal luas sebelum maskapai penerbangan tersebut benar-benar akan membuka rute penerbangan baru ke kota-kota di Eropa.

Tulisan dan logo Garuda Indonesia pada billboard sekeliling lapangan di Stadion Anfield kandang Liverpool FC

Tulisan dan logo Garuda Indonesia pada billboard sekeliling lapangan di Stadion Anfield kandang Liverpool FC

Demikianlan sekelumit informasi yang dapat disampaikan mengenai hubungan sepak bola dengan strategi pemasaran yang dilakukan oleh maskapai penerbangan. Hubungan antara maskapai penerbangan dengan klub sepak bola atau turnamen sepak bola secara khusus, akan mampu meningkatkan keuntungan finansial non-finansial di masing-masing pihak, sehingga inovasi-inovasi baru dari strategi pemasaran maskapai penerbangan melalui sepak bola ini akan muncul di masa mendatang. Terima kasih.

Sumber referensi:

– David Shilbury, Hans Westerbeek, Shayne Quick, Daniel Funk, Strategic Sport Marketing, 2009

– Bernard J. Mullin, Stephen Hardy, William A. Sutton, 2007

– Pemasaran Olahraga Melalui Berbagai Event Olahraga oleh Yustinus Sukarmin.

http://unismedan-unis.blogspot.com/2010/06/ruang-lingkup-dan-pentingnya-pemasaran.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Sports_marketing

http://poernomojoko.blogspot.com/2012/08/manajemen-pemasaran-olahraga-i-sport.html

http://www.emirates.com/english/about/emirates-sponsorships/sponsorships.aspx

http://www.skyscrapercity.com

http://twicsy.com/i/EmeThc

http://www.bola.net/galeri/02958manchester_city_vs_arsenal_epl_2012_2013_week_5-20120924-005-bola.net.html

http://www.mcfc.co.uk

http://www.wartanews.com

http://www.centroone.com

– sport.detik.com

Satu pemikiran pada “Sepak Bola Dalam Strategi Pemasaran Maskapai Penerbangan

  1. Ping balik: Saifin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s